Kamis, 28 Januari 2016

PERENCANAAN STRATEGIK RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA


         1.    Pengumpulan Data
              1.1.Visi dan Misi Rumah Sakit Pusat Pertamina
        Visi
Menjadi Rumah Sakit terbaik yang menggunakan konsep pelayanan mutakhir
        Misi
  • Sebagai Rumah Sakit yang secara komprehensif memberikan layanan kesehatan spesialistik
  • Membangun loyalitas melalui kepuasan Pelanggan dengan SDM yang profesional dan berbudaya kerja prima
  • Meningkatkan pertumbuhan pendapatan disertai pengendalian biaya secara efisien dan efektif
      Core Value
     La Prima, yang merupakan kepanjangan dari : Pelayanan Profesional, Ikhlas, Mutu, dan Antusias
     Motto: We Care We Cure
     Sejarah
     Rumah Sakit Pertamina didirikan pada tahun 1967 atas gagasan Dr. Ibnu Soetowo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina. Rumah Sakit tersebut kemudian diresmikan pada tahun 1972 oleh Presiden RI saat itu yaitu Jenderal Soeharto. Pada awal pendiriannya, Rumah Sakit Pertamina hanya dikhususkan untuk melayani perawatan dan pengobatan kesehatan pekerja Pertamina dan keluarganya. Seiring dengan waktu, menghadapi dinamika perubahan di industri minyak dan gas nasional maupun global, Pertamina melakukan upaya-upaya penataan seluruh aspek, yang dituangkan dalam Restrukturisasi Pertamina secara menyeluruh.
Restrukturisasi tersebut kemudian menuntut kemandirian sarana-sarana penunjang yang dimiliki Pertamina, mengingat bahwa Pertamina hanya akan bergerak pada bisnis intinya saja yaitu pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi, maka Pertamina melepaskan kegiatan-kegiatan yang tidak secara langsung berhubungan dengan core businessnya.
Pertamina bersama Yayasan Tabungan Pegawai Pertamina (berubah menjadi PT.Pertamina Saving Investment dan kemudian menjadi Pertamina Dana Ventura) mendirikan anak perusahaan untuk mengelola kegiatan pelayanan kesehatan berupa rumah sakit, poliklinik serta akademi keperawatan yang dimilikinya dengan nama Perseroan Terbatas Rumah Sakit Pusat Pertamina (disingkat PT.RSPP).
PT.RSPP didirikan berdasarkan Akta Nomor 30 tanggal 21 Oktober 1997 yang dibuat di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia di bawah Nomor. C2-18 HT 01.01. Th.98 tanggal 12 Januari 1998. Melalui RUPS-LB tanggal 17 April 2002 yang telah dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS-LB No.17 tanggal 20 Mei 2002 dan mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan HAM RI No. C-12195 HT. 01.04. Th. 2002 tanggal 4 Juli 2002, PT.RSPP berganti nama menjadi PT. Pertamina Bina Medika (PT. Pertamedika).
Pertamedika diserahi tugas mengelola asset dan layanan kesehatan oleh Pertamina atas; 6 (enam) buah Rumah Sakit (RS.Pusat Pertamina Jakarta, RS. Pertamina Jaya Jakarta, RS. Pertamina Prabumulih, RS. Pertamina Balikpapan, RS. Pertamina Cirebon, RS. Pertamina Tanjung, 19 (sembilan belas) Poliklinik (Medical Centre) di wilayah Jabodetabek, sebuah Akademi Keperawatan serta sebuah unit Manajemen Pengendalian Pemeliharaan Kesehatan (MPPK).
Pada tanggal 21 Oktober 2002, Pertamedika bekerjasama dengan pihak swasta mengelola Pertamedika Hospital Tarakan (PHT) Kalimantan Timur, pada tahun 2009 pengelolaannya dilakukan secara penuh oleh Pertamedika.

Akademi Keperawatan (Akper) Pertamedika yang didirikan berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI No.130/Kep/Diknakes/VI/1989 tanggal 15 Mei 1989 dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Pertamedika pada tahun 2008 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.25/D/0/2008 tanggal 13 Maret 3008.

2      Analisis SWOT
2.1 Faktor Internal
    1) Kekuatan 
  1. Lokasi  pelayanan di daerah strategis. Di daerah Kebayoran Baru, Jaksel. Mudah dijangkau dari berbagai tempat se-jabodetabek      
  2. Jumlah petugas pelayanan cukup. Rspp didukung lebi dari 1000 orang tenaga profesional, yang terdiri dari 77 dokter spesialis, 38 dokter umum, 569 staf perawat kesehatan terlatih, 143 tenaga penunjang medis dan 304 personal non medis
  3. Mempunyai akreditasi baik. akreditasi paripurna dari KARS
  4. Arus uang berjalan lancar
  5. Sarana tersedia lengkap
  6. Sarana penunjang non medis memadai
  7. Prasarana yang tersedia memadai : Kantin, Mini Market, Masjid, Graha RSPP, ATM centre, toko alat kesehatan
  8. Memiliki pelanggan yang setia
  9. Sering mengadakan diskon dalam paket-paket pelayanan tertentu
  10. Menjadi Rumah Sakit pendidikan
  11. Mempunyai Helipad
  12. Area rumah sakit rindang
  13. Pimpinan mempunyai komitmen tinggi
  14. Modal yang dimiliki besar
  15. Mempunya system informasi terpadu (LAN)
  16. Prosedur pelayanan di atur dengan jelas
  17. Sering mengadakan promosi yang beda dengan rumah sakit pesaing
  18. Pelayanan cepat
  19. Petugas rumah sakit ramah
  20. Harga Relatif                                              

    2) Kelemhan
  1. Akses transportasi menuju lokasi macet
  2. Area parkir motor yang dimiliki kurang luas
  3. Petugas banyak bersikap kurang ramah
  4. Peralatan medis yang tersedia belum lengkap
  5. Peralatan medis masih ada yang kalah canggih dengan pesaing
  6. Lingkungan sekitar rumah sakit padat kendaraan
  7. Fasilitas penunjang kurang berfungsi dengan baik
  8. Sistem pelayanan kurang baik
  9. Sedikit bekerjasama dengan pihak asuransi
  10. Pelayanan media online nya kurang lengkap
  11. Center of excellence nya lebih sedikit
  12. Tidak membuka pelayanan klinik spesialis di hari minggu
  13.  Pangsa pasien lebih kecil
  14. Kurangnya tenaga ahli
  15. Sering terjadi kebocoran dalam merealisasi anggaran   
2.2Faktor eksternal
  •      Peluang 
  1. .Tarif  pelayanan pesaing umumya lebih mahal
  2. Pesaing di dominasi golongan menengah ke atas
  3. .Prasarana kurang memadai, hanya terdapat mushola kecil yang dapat menampung sedikit orang saja/ kapasitas kecil
  4.  Lama dalam proses pasien pulang, terutama untuk kasus pasien yang menggunakan asuransi Jumlah SDM sangat terbatas, apabila dibandingkan dengan jumlah kunjungan pasien sehingga menyebabkan karyawan sering melakukan lembur agar tetap bisa melayani pasien
  5.  Medical Record belum menggunakan sistem elektronic, sehingga masih suka terlambatnya pengiriman file pasien
  6.  Apabila terjadi mati lampu, pengalihan arus jetset sering lama, karena lebih di prioritaskan untuk unit-unit yang lebih memerlukan
  7.   Arus keuangan  pesaing tidak lancar
  8.  Akses transportasi kendaraan umum sulit
  9.  Pesaing memiliki lingkungan yang gersang
  10.   Lokasi pesaing berada dikawasan elit
  11.   Lokasi kurang strategis
  12.  Jumlah petugas pesaing kurang memadai
  13.   Pesaing kurang memiliki pelanggan setia
  14.   Pangsa pasar pesaing didominasi golongan menengah keatas
  15.  Kerjasama asuransi kesehatan pesaing terbatas

  •          Ancaman:
  1.  Pesaing mempunyai peralatan medis yang lengkap dan canggih
  2.  Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar dan merat
  3. Pangsa pasien pesaing cukup besar
  4. Pesaing mempunyai pelayanan berkualitas internasional
  5. Pesaing mempunyai banyak center of excellence
  6. Petugas pelayanan ramah
  7. Pelayanan media online pesaing lebih menarik dan lengkap
  8.  Fasilitas penunjang yang dimiliki pesaing lebih high-quality dan lengkap
  9.   Mempunyai sistem Gamma knif
  10.   Memberikan service excelent kepada pasien
  11. .  Pesaing membuka pelayanan klinik spesialis di hari minggu. ( Klinik Anak, Penyakit Dalam, Gigi, THT, Bedah Umum, Kebidanan dan Kandungan)
  12. Pesaing memberikan peluang pengembangan kompetensi baik dan peluang pertumbuhan karir excellent dengan cara memberikan beasiswa kepada karyawan yang berprestasi.
  13. Area parkir yang disediakan pesaing luas
  14. Pesaing lebih banyak bekerjasama dengan pihak asuransi
  15. Banyak tenaga ahli profesional.
  16. Pesaing umumnya terletak diloksi yang tidak padat lalulintas
  17. Pangsa pasar pesaing cukup besar
  18. Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar dan merata
  19. Nama rumah sakit pesaing sudah banyak yang mengetahui
  20. Petugas keamanannya tegas dan disiplin.
    ANALISIS DATA 
   (MATRIKS INFAS)
     
NO
FAKTOR STRATEGIS INTERNAL
BOBOT
RATING
SCORE
Kekuatan (Strength)
9
Sering mengadakan diskon dalam paket-paket pelayanan tertentu
0,20
3
0,60
10
Menjadi Rumah Sakit pendidikan
0,10
4
0,40
13
Pimpinan mempunyai komitmen tinggi
0,10
4
0,40
18
Pelayanan cepat
0,10
3
0,30
19
Petugas rumah sakit ramah
0,15
3
0,45
Kelemahan (Weaknesses)
10
Pelayanan media online nya kurang lengkap
0,05
2
0,10
11
Center of excellence nya lebih sedikit
0,10
2
0,20
12
Tidak membuka pelayanan klinik spesialis di hari minggu
0,10
3
0,30
13
Pangsa pasien lebih kecil
0,05
2
0,10
14
Kurangnya tenaga ahli
0,05
2
0,10
Jumlah
2,95
               Total score FSI sebesar 2,95 sehigga kekuatan lebih besar daripda kelemahan
                     
               ANALISIS DATA
(MATRIKS EFAS)
NO
FAKTOR STRATEGIS EKTERNAL
BOBOT
RATING
SCORE
Peluang (Opportunity)
10
Lokasi pesaing berada dikawasan elit
0,20
4
0,80
11
Lokasi kurang strategis
0,10
4
0,40
12
Jumlah petugas pesaing kurang memadai
0,10
3
0,30
13
Pesaing kurang memiliki pelanggan setia
0,15
3
0,45
14
Pangsa pasar pesaing didominasi golongan menengah keatas
0,05
1
0,05
Ancaman (Threats)
9
Mempunyai sistem Gamma knife
0,10
2
0,20
10
Memberikan service excelent kepada pasien
0,05
3
0,15
13
Area parkir yang disediakan pesaing luas
0,10
2
0,20
18
Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar dan merata
0,05
3
0,15
19
Nama rumah sakit pesaing sudah banyak yang mengetahui
0,15
2
0,30
Jumlah
3
Total score FSE sebesar 3 sehigga Peluang lebih besar daripda Ancaman
Karena S > W dan O > T, maka pilih strategi SO, menggunakan kekuatan untuk merebut peluang, Strategi           














Tidak ada komentar:

Posting Komentar