1. Pengumpulan Data
1.1.Visi dan Misi Rumah Sakit Pusat
Pertamina
Visi
Menjadi Rumah Sakit terbaik yang
menggunakan konsep pelayanan mutakhir
Misi
- Sebagai Rumah Sakit yang secara komprehensif memberikan layanan kesehatan spesialistik
- Membangun loyalitas melalui kepuasan Pelanggan dengan SDM yang profesional dan berbudaya kerja prima
- Meningkatkan pertumbuhan pendapatan disertai pengendalian biaya secara efisien dan efektif
La Prima, yang
merupakan kepanjangan dari : Pelayanan Profesional, Ikhlas, Mutu, dan Antusias
Motto: We Care We Cure
Sejarah
Rumah Sakit Pertamina didirikan pada tahun 1967 atas gagasan Dr.
Ibnu Soetowo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina. Rumah
Sakit tersebut kemudian diresmikan pada tahun 1972 oleh Presiden RI saat itu
yaitu Jenderal Soeharto. Pada awal pendiriannya, Rumah Sakit Pertamina hanya
dikhususkan untuk melayani perawatan dan pengobatan kesehatan pekerja Pertamina
dan keluarganya. Seiring dengan waktu, menghadapi dinamika perubahan di
industri minyak dan gas nasional maupun global, Pertamina melakukan upaya-upaya
penataan seluruh aspek, yang dituangkan dalam Restrukturisasi Pertamina secara
menyeluruh.
Restrukturisasi tersebut kemudian menuntut kemandirian sarana-sarana
penunjang yang dimiliki Pertamina, mengingat bahwa Pertamina hanya akan
bergerak pada bisnis intinya saja yaitu pengelolaan sumber daya minyak dan gas
bumi, maka Pertamina melepaskan kegiatan-kegiatan yang tidak secara langsung
berhubungan dengan core businessnya.
Pertamina bersama Yayasan Tabungan Pegawai Pertamina (berubah
menjadi PT.Pertamina Saving Investment dan kemudian menjadi Pertamina Dana
Ventura) mendirikan anak perusahaan untuk mengelola kegiatan pelayanan
kesehatan berupa rumah sakit, poliklinik serta akademi keperawatan yang dimilikinya
dengan nama Perseroan Terbatas Rumah Sakit Pusat Pertamina (disingkat PT.RSPP).
PT.RSPP didirikan berdasarkan Akta Nomor 30 tanggal 21 Oktober 1997
yang dibuat di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia di bawah Nomor. C2-18 HT 01.01. Th.98 tanggal 12 Januari
1998. Melalui RUPS-LB tanggal 17 April 2002 yang telah dinyatakan dalam Akta
Pernyataan Keputusan RUPS-LB No.17 tanggal 20 Mei 2002 dan mendapat pengesahan
dari Menteri Kehakiman dan HAM RI No. C-12195 HT. 01.04. Th. 2002 tanggal 4
Juli 2002, PT.RSPP berganti nama menjadi PT. Pertamina Bina Medika (PT.
Pertamedika).
Pertamedika diserahi tugas mengelola asset dan layanan kesehatan
oleh Pertamina atas; 6 (enam) buah Rumah Sakit (RS.Pusat Pertamina Jakarta, RS.
Pertamina Jaya Jakarta, RS. Pertamina Prabumulih, RS. Pertamina Balikpapan, RS.
Pertamina Cirebon, RS. Pertamina Tanjung, 19 (sembilan belas) Poliklinik
(Medical Centre) di wilayah Jabodetabek, sebuah Akademi Keperawatan serta
sebuah unit Manajemen Pengendalian Pemeliharaan Kesehatan (MPPK).
Pada tanggal 21 Oktober 2002, Pertamedika bekerjasama dengan pihak
swasta mengelola Pertamedika Hospital Tarakan (PHT) Kalimantan Timur, pada
tahun 2009 pengelolaannya dilakukan secara penuh oleh Pertamedika.
Akademi Keperawatan (Akper) Pertamedika yang didirikan berdasarkan
SK Menteri Kesehatan RI No.130/Kep/Diknakes/VI/1989 tanggal 15 Mei 1989
dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Pertamedika pada
tahun 2008 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No.25/D/0/2008
tanggal 13 Maret 3008.
2 Analisis SWOT
2.1 Faktor Internal
1) Kekuatan
- Lokasi
pelayanan di
daerah strategis. Di daerah
Kebayoran Baru, Jaksel. Mudah dijangkau dari berbagai tempat
se-jabodetabek
- Jumlah petugas pelayanan
cukup.
Rspp didukung lebi dari 1000 orang tenaga profesional, yang terdiri dari
77 dokter spesialis, 38 dokter umum, 569 staf perawat kesehatan terlatih,
143 tenaga penunjang medis dan 304 personal non medis
- Mempunyai akreditasi
baik.
akreditasi paripurna dari KARS
- Arus uang berjalan lancar
- Sarana tersedia lengkap
- Sarana penunjang non medis
memadai
- Prasarana yang tersedia memadai : Kantin,
Mini Market, Masjid, Graha RSPP, ATM centre, toko alat kesehatan
- Memiliki pelanggan yang setia
- Sering mengadakan diskon dalam
paket-paket pelayanan tertentu
- Menjadi Rumah Sakit pendidikan
- Mempunyai Helipad
- Area rumah sakit rindang
- Pimpinan mempunyai komitmen tinggi
- Modal yang dimiliki besar
- Mempunya system informasi terpadu (LAN)
- Prosedur pelayanan di atur dengan jelas
- Sering mengadakan promosi yang beda dengan rumah sakit pesaing
- Pelayanan cepat
- Petugas rumah sakit ramah
- Harga Relatif
2) Kelemhan
- Akses transportasi
menuju
lokasi
macet
- Area parkir motor yang dimiliki
kurang luas
- Petugas banyak bersikap kurang ramah
- Peralatan medis yang tersedia belum
lengkap
- Peralatan medis masih ada yang kalah
canggih dengan pesaing
- Lingkungan sekitar rumah sakit padat
kendaraan
- Fasilitas penunjang kurang berfungsi
dengan baik
- Sistem pelayanan kurang baik
- Sedikit bekerjasama dengan pihak
asuransi
- Pelayanan media online nya kurang
lengkap
- Center of excellence nya lebih
sedikit
- Tidak membuka pelayanan klinik spesialis di hari minggu
- Pangsa pasien lebih kecil
- Kurangnya tenaga ahli
- Sering terjadi kebocoran dalam merealisasi anggaran
2.2Faktor eksternal
- Peluang
- .Tarif pelayanan pesaing umumya lebih mahal
- . Pesaing di dominasi golongan menengah ke atas
- .Prasarana kurang memadai, hanya terdapat mushola kecil yang dapat menampung sedikit orang saja/ kapasitas kecil
- Lama dalam proses pasien pulang, terutama untuk kasus pasien yang menggunakan asuransi Jumlah SDM sangat terbatas, apabila dibandingkan dengan jumlah kunjungan pasien sehingga menyebabkan karyawan sering melakukan lembur agar tetap bisa melayani pasien
- Medical Record belum menggunakan sistem elektronic, sehingga masih suka terlambatnya pengiriman file pasien
- Apabila terjadi mati lampu, pengalihan arus jetset sering lama, karena lebih di prioritaskan untuk unit-unit yang lebih memerlukan
- Arus keuangan pesaing tidak lancar
- Akses transportasi kendaraan umum sulit
- Pesaing memiliki lingkungan yang gersang
- Lokasi pesaing berada dikawasan elit
- Lokasi kurang strategis
- Jumlah petugas pesaing kurang memadai
- Pesaing kurang memiliki pelanggan setia
- Pangsa pasar pesaing didominasi golongan menengah keatas
- Kerjasama asuransi kesehatan pesaing terbatas
- Ancaman:
- Pesaing mempunyai peralatan medis yang lengkap dan canggih
- Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar dan merat
- Pangsa pasien pesaing cukup besar
- Pesaing mempunyai pelayanan berkualitas internasional
- Pesaing mempunyai banyak center of excellence
- Petugas pelayanan ramah
- Pelayanan media online pesaing lebih menarik dan lengkap
- Fasilitas penunjang yang dimiliki pesaing lebih high-quality dan lengkap
- Mempunyai sistem Gamma knif
- Memberikan service excelent kepada pasien
- . Pesaing membuka pelayanan klinik spesialis di hari minggu. ( Klinik Anak, Penyakit Dalam, Gigi, THT, Bedah Umum, Kebidanan dan Kandungan)
- Pesaing memberikan peluang pengembangan kompetensi baik dan peluang pertumbuhan karir excellent dengan cara memberikan beasiswa kepada karyawan yang berprestasi.
- Area parkir yang disediakan pesaing luas
- Pesaing lebih banyak bekerjasama dengan pihak asuransi
- Banyak tenaga ahli profesional.
- Pesaing umumnya terletak diloksi yang tidak padat lalulintas
- Pangsa pasar pesaing cukup besar
- Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar dan merata
- Nama rumah sakit pesaing sudah banyak yang mengetahui
- Petugas keamanannya tegas dan disiplin.
(MATRIKS INFAS)
NO
|
FAKTOR STRATEGIS INTERNAL
|
BOBOT
|
RATING
|
SCORE
|
Kekuatan (Strength)
|
||||
9
|
Sering mengadakan
diskon dalam paket-paket pelayanan tertentu
|
0,20
|
3
|
0,60
|
10
|
Menjadi Rumah Sakit
pendidikan
|
0,10
|
4
|
0,40
|
13
|
Pimpinan mempunyai komitmen tinggi
|
0,10
|
4
|
0,40
|
18
|
Pelayanan cepat
|
0,10
|
3
|
0,30
|
19
|
Petugas rumah sakit ramah
|
0,15
|
3
|
0,45
|
Kelemahan (Weaknesses)
|
||||
10
|
Pelayanan media online
nya kurang lengkap
|
0,05
|
2
|
0,10
|
11
|
Center of excellence
nya lebih sedikit
|
0,10
|
2
|
0,20
|
12
|
Tidak membuka pelayanan
klinik spesialis di hari minggu
|
0,10
|
3
|
0,30
|
13
|
Pangsa pasien lebih kecil
|
0,05
|
2
|
0,10
|
14
|
Kurangnya tenaga ahli
|
0,05
|
2
|
0,10
|
Jumlah
|
2,95
|
Total score FSI sebesar 2,95 sehigga kekuatan lebih
besar daripda kelemahan
ANALISIS DATA
(MATRIKS EFAS)
NO
|
FAKTOR STRATEGIS EKTERNAL
|
BOBOT
|
RATING
|
SCORE
|
Peluang (Opportunity)
|
||||
10
|
Lokasi pesaing berada dikawasan elit
|
0,20
|
4
|
0,80
|
11
|
Lokasi
kurang strategis
|
0,10
|
4
|
0,40
|
12
|
Jumlah petugas pesaing kurang memadai
|
0,10
|
3
|
0,30
|
13
|
Pesaing kurang
memiliki pelanggan setia
|
0,15
|
3
|
0,45
|
14
|
Pangsa pasar pesaing didominasi golongan menengah
keatas
|
0,05
|
1
|
0,05
|
Ancaman (Threats)
|
||||
9
|
Mempunyai sistem Gamma
knife
|
0,10
|
2
|
0,20
|
10
|
Memberikan service
excelent kepada pasien
|
0,05
|
3
|
0,15
|
13
|
Area parkir yang
disediakan pesaing luas
|
0,10
|
2
|
0,20
|
18
|
Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar dan
merata
|
0,05
|
3
|
0,15
|
19
|
Nama rumah sakit pesaing sudah banyak yang
mengetahui
|
0,15
|
2
|
0,30
|
Jumlah
|
3
|
Total score FSE
sebesar 3 sehigga Peluang lebih besar daripda Ancaman
Karena S > W dan O > T, maka pilih strategi SO, menggunakan kekuatan untuk merebut peluang, Strategi
Karena S > W dan O > T, maka pilih strategi SO, menggunakan kekuatan untuk merebut peluang, Strategi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar